Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Spesial, Analisis & Komentar Pembalap Professional Mengenai Insiden Sepang 2015

Masih anget gak sih topic #SepangClash kemaren? Kayaknya dua hari berlalu orang-orang mulai meninggalkan topic itu. Hanya tindakan Iannone pagi tadi yang memposting fotonya bersama Rossi di podium, sebagai sampul Facebook, kembali ‘menggairahkan’ optimisme fans Rossi kalau ia akan ‘mendukung’ VR46 menjadi juara dunia. Entah apa yang akan ia lakukan di Valencia besok.

Grid spesial MotoGP Valencia 2015. Jajajajaja!

Next, saya agak miris dengan komen-komen ‘kasar’ pendukung Rossi di sosial media yang ditujukan untuk Marc, Jorge, Dorna, dan MotoGP. Mirisnya karena, banyak dari mereka orang Indonesia. Duh, semoga aja damai dan nggak bikin orang lain takut ya J

Jadi lebih afdol kalau kita lihat komentar dari pembalap-pembalap professional. Tentu bukan pembalap MotoGP (karena mungkin mereka tidak ingin bicara terlalu jauh yang justru memprovokasi, kecuali Lorenzo sih). Jadi saya memilih mengutip isi cuitan pembalap Superbike professional, khususnya British Superbike (BSB). Tetapi kenapa BSB? Karena menurut saya BSB adalah balapan terbaik selain MotoGP dan kultur kompetisi disana sangat menyenangkan),

Setelah saya telusuri, saya tertarik dengan 4 komentar dari Michael Laverty (ex-MotoGP), Josh Brookes (juara BSB 2015), Dan Linfoot (top rider Honda BSB), serta James Ellison (ex-MotoGP). Kita mulai dari Michael Laverty.

Marc broke the unwritten rule; always RESPECT those fighting for a Championship when you’re not. Vale got enraged and hung him out to dry – Michael Laverty

Ia menyebut kalau semestinya kita, sebagai orang yang tidak terlibat dalam perebutan gelar juara, tidak ikut campur ke dalam pertarungan seperti itu. Menurut Mlav, hal tersebut termasuk sebagai peraturan yang tidak tertulis dalam dunia balap.




Ia mungkin mencontohkan race BSB Brands Hatch final 2011 dimana ia ‘memberikan’ posisi keduanya untuk diperebutkan oleh kandidat juara musim itu, Tommy Hill dan John Hopkins. Ia sendiri akhirnya finish di posisi ke-4. Tentu saja ia tidak akan menyesal melakukan hal itu, karena yang terjadi kemudian adalah race super seru (salah satu race terseru dalam sejarah BSB) dan ia terlibat di dalamnya. Sebagai pecinta balap tentu ia sangat menyukai hal-hal seperti itu.

MM could’ve turned back & got up the inside but he stayed outside & continued to push on VR, then fell onto him, that dragged VR’s leg off. MM was riding like a dick to block VR. VR gave him looks of warning & MM din’t accept. You try ride on outside & catch, it’s what happens. - Josh Brookes

Next, Josh Brookes. Juara BSB terbaru ini sebenarnya mengatakan hal yang sama dengan yang saya kemukakan di review kemarin, hehehe. Vale memang out of line, tetapi jika Marc lebih cerdik; ia bisa mengambil jalur dalam yang kosong-melompong setelah Vale out. Vale sudah memperingatkan (dengan beberapa kali tolehan ke arah Marc) tetapi tidak ada respon. Jadilah insiden tersebut.

1 rider takes another out & 1 rider passes on yellow flags. Stick them both back of grid in VLC (Valencia) and let them race for championship, simples - Dan Linfoot

Dan Linfoot justru menawarkan sebuah solusi sederhana. Equal and fair. Race like a gentlemen. Spot on!

If you play with fire MM you’ll get burned! Hope VR can cut through the field at Valencia & fight for championship #GOAT - James Ellison

Kalau yang terakhir James Ellison, dia justru lebih frontal membela Rossi. Poin terakhir yang saya suka dari pernyataannya adalah The GOAT (the greatest of all time).

*********

Dari sekian banyak komentar pembalap professional BSB mayoritas tidak menyangkal kalau manuver Vale (melebar)  cukup berbahaya. Tetapi mereka juga menyayangkan respon Marc yang agak berlebihan (sehingga ia jatuh) dan penalty point yang membuat fans menjadi kurang nyaman dengan  MotoGP Valencia 8 November besok.


Untungnya kejadian tersebut terjadi pada kecepatan rendah… kata Troy Bayliss (rz)

Review MotoGP Malaysia 2015! Hot Race!

Hola amigos, race yang mendebarkan bukan? Tentu bukan cerita kemenangan ke-3 secara beruntun yang diraih pasukan Honda; tetapi clash antara Rossi vs Marquez yang ramai di twitter dengan tagar #SepangClash.

Punch Redding Punch! #MalaysianGP

In my opinion, kejadian seperti ini sebenarnya bukan hal yang baru di MotoGP; tetapi memang jarang sekali terjadi. Tentu kalian masih ingat bagaimana Biaggi ‘menggiring’ Rossi ke sisi luar lintasan di tikungan terakhir Suzuka 2001 yang sangat kencang itu. Atau teknik ngerem mendadak di Laguna Seca 2008 yang sukses membuat Stoner balapan di gravel. Hehe kalau kasus yang pertama emang bahaya banget, tetapi kalau kasus Stoner, Jeremy Burgess bilang kalau trik ngerem mendadak seperti itu sering dilakukan di balap era 80’an. Saya sih nggak tau itu seperti apa tapi percaya aja deh sama master Burgess.

Tempat Kejadian Perkara

Oke lanjut ke kasus #SepangClash ini. Kejadiannya di tikungan 14-15. Sequence bagian selatan sirkuit Sepang memang lokasi favorit overtaking karena menjanjikan 2 kesempatan di satu tikungan. Biasanya pembalap mencoba menyalip tetapi kemudian melebar (out of line) dan pembalap yang akan disalip bisa masuk lagi ke dalam. Unik kan? Seolah gak terjadi apa-apa setelah keluar dari tikungan (padahal nyatanya sempat ada 2 aksi overtake). 

Hal itulah yang terjadi di sirkuit Sepang. Tikungan 14-15 cukup berdekatan sehingga Rossi terlihat seperti satu tikungan. Hampir sama lah dengan hairpin di Misano.  Rossi in di tikungan ke-14, dan seperti biasa manuvernya mulus meskipun sudah bisa dipastikan ia akan out of line alias wide. Lalu Rossi yang sempat nengok ke kiri 2 kali itu pun agaknya memastikan kalau Marquez gak ikut-ikutan wide juga (karena bahaya bro, resikonya jatuh di kecepatan rendah).

Predictable Race Line di tikungan 14-15 sirkuit Sepang
Merah adalah line yang biasa digunakan untuk gantian menyalip
setelah keluar dari tikungan ke-14. Tetapi MM93 gak ambil
line itu....
Next, keduanya pasti sudah paham kalau out of line gitu kecepatannya cukup rendah. Tetapi malah kemudian Marquez merebahkan motornya (bukan menghindari terjadinya senggolan). Kelihatannya dia agak maksa  ikutan nempel terus. Padahal kan sisi lintasan Sepang waktu itu sudah dilapis tarmac jadinya meskipun melebar sedikit gak akan kehilangan waktu banyak. Banyak orang mengira kalau Rossi menendang Marquez. Padahal sepengetahuan saya yang bergerak adalah lutut kiri (refleks setelah terkena helm/kepala Marquez).

Bener aja kalau sengaja Rossi sengaja nendang, pasti dia ikutan jatuh juga. Selagi menikung lambat tentu saja keseimbangan berkurang, ditambah manuver ‘nendang’ tentu tambah tidak stabil.

On the way to meet the race direction...

Fiuhhh, balapan yang panas. Tetapi tetap tahan emosi. Jangan salahkan juga tulisan ini yang seolah-olah membela Rossi banget. Wassalam :D


Update sebelum diposting (Minggu 25/10/2015; 16:08) Race direction memutuskan penalti grid  (start paling belakang) untuk Rossi di GP Valencia. Tetapi masih ada upaya banding dari tim Yamaha MotoGP. Let's see the case in 10 days ahead!


Valencia 2012

NB : Any possibilities of wet race next round? :)

Drama (Jelang) MotoGP Malaysia 2015; Kabut Asap Hingga Konspirasi?!

  • Kabut asap diatas sirkuit Sepang mengganggu pernafasan, penglihatan, dan operasional siaran langsung via helicopter. Race dibatalkan? check
  • Andrea Dovizioso terjebak kabut asap dan harus berkendara 7 jam menuju sirkuit Sepang via laut-darat. check
  • Heboh press-con jelang GP weekend, Marquez berusaha membantu Lorenzo? check


Haze everywhere near Sumatera #pedulikabutasap

Well, menjelang GP Malaysia 2015; perang urat syaraf dan psikologis sudah mulai dilancarkan pembalap. Belum lagi masalah kabut asap yang mengancanm GP akhir pekan nati. Race dibatalkan?

Dari 3 berita diatas saya tertarik membahas berita terakhir. Sebuah pernyataan mengejutkan yang disampaikan oleh Valentino Rossi pada press-con hari ini (22/10). Yuk kita bahas langsung!



Marquez dianggap membantu Lorenzo dalam GP Australia minggu lalu.


Lho kok gitu? Bukannya MM93 overtake JL99 dan berhasil mengamankan 5 poin untuk Rossi? Kalau nggak gitu selisih poinnya sekarang cuma 6 saja lho.


Drama MotoGP emang lebih seru dibanding F1 sekalipun

Pernyataan singkat diatas memang benar. Tetapi Rossi punya perhitungan lain setelah membaca data teknis balapan. Singkatnya, atau kesimpulannya, Marquez adalah manusia tercepat dalam GP Australia tersebut. Dengan paket motor dan fisik yang ada, ia seharusnya bisa lolos di depan sendirian (atau setidaknya bertarung dengan Lorenzo) dan membiarkan pembalap lain dibelakangnya mendekat ke depan.

Tetapi yang terjadi di atas lintasan tidak seperti itu. Meskipun akhirnya Marquez tetap menjadi pemenang setelah melewati battle of group yang ketat, Marquez dianggap sengaja melaju pelan dan terlibat dalam rombongan Rossi-Iannone.

Ia dianggap sengaja menahan Rossi dan Iannone sepanjang balapan untuk kemudian gaspol di akhir lomba, menyalip Lorenzo dan menang. Memang terlihat licik, tapi itulah strategi balapan. Sah-sah saja. Keputusan Marquez menyalip Lorenzo juga bisa dianggap sebagai 'membayar' kesalahannya menahan Valentino Rossi sepanjang lomba.

Kemungkinan besar Rossi berniat untuk mendekat kepada Lorenzo dan memaksa terjadinya battle yang ketat karena dia yakin Lorenzo selevel dengan dirinya, Dengan begitu kemungkinan Rossi finish di depan Lorenzo (berapapun posisinya) semakin terbuka lebar. Tetapi hal tersebut tidak terwujud karena Marquez "mengganggu" sehingga Lorenzo berhasil menciptakan pace yang sempurna dan gagal didekati Rossi.

Percaya nggak? Entahlah. Kalaupun benar gak akan ngaruh apa-apa, sah-sah saja karena itu strategi balapan. Tapi aneh juga, balapan terbaik dekade ini terindikasi sebagai settingan yang direncanakan oleh Marquez. Keren lho! Bisa-bisa kemudian Marquez dijuluki the Director (nyaingin the Doctor-nya Valentino Rossi) hehe...

Saya lebih mengira kalau ini sebagai perang psikologis. Sebuah warning untuk Marquez agar tidak mengganggu battlenya dengan Lorenzo. Mungkin Rossi teringat kejadian Toni Elias yang menggagalkan kemenangannya di Estoril 2006 disaat ia bertarung ketat dengan Hayden di tabel klasemen.

Yang pasti, drama ini akan terus berlanjut hingga setidaknya 8 November. Akan sangat menarik ditunggu akhir dari MotoGP Silly Season 2015 ini (eits, kenapa Silly Season? tunggu jawabannya di posting selanjutnya!). Keep on fight guys! (rz)

*tulisan diatas merupakan hasil analisis pribadi dari berita yang dimuat di crash.net ini.


Throwback; MotoGP Malaysia Memories

Menjelang seri ke-17 MotoGP 2015 di sirkuit Sepang, Malaysia akhir pekan ini; semua perhatian ditujukan kepada pertarungan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, plus usaha Danny Kent memastikan gelar juara dunia GP dimana sudah puluhan tahun pembalap asal Inggris tidak menjadi juara dunia GP. Tidak ada salahnya kita berselancar kembali ke memori-memori balapan klasik atau peristiwa-peristiwa lainnya yang pernah terjadi di GP Malaysia. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

GP Malaysia 2005

Headline utama setelah GP Malaysia 2005 adalah gelar ke-7 yang diraih Valentino Rossi bersama tim Gauloises Yamaha. Tetapi untuk fans balap Indonesia, GP Malaysia 2005 merupakan peristiwa spesial dimana pembalap terbaik Indonesia kala itu, Doni Tata Pradita, melakukan debutnya di kelas 125cc bersama tim Yamaha Pertamina Indonesia. Doni start dari posisi ke-36 dan finish di posisi ke-31 (paling buncit). Antara 2005-2007 Doni tiga kali membalap di GP Malaysia di kelas 125cc dan 250cc.

Karier GP Doni Tata, tercatat sebagai salah
satu sejarah dunia motorsport Indonesia

Tapi sayang, performa buruk Yamaha 250cc dan hasil DNF di wildcard terakhir (250cc 2007) tidak menyurutkan keinginan pihak terkait untuk turun di GP250 2008 full season. Padahal dengan motor yang tidak kompetitif bisa dipastikan Doni tidak akan berprestasi lebih di kelas tersebut. Hanya pemborosan biaya. Hanya bertahan semusim, pembalap dan tim kemudian hijrah ke WSS (tapi kayaknya emang paling lama bertahan di GP250 cuma sampai akhir 2009 aja sih, soalnya 2010 pindah ke Moto2).

Pada waktu itu Yamaha R6 adalah Supersport terkuat.
Kalau sekarang, Kawasaki ZX6R yang terkuat.

Coba kalau dari awal memilih untuk berlaga di World Supersport, Yamaha cukup kompetitif di kelas itu. Dengan budget yang ada pada waktu itu, setidaknya Doni bisa berlaga 3 musim di WSS (2008-2010). Jikalau kemudian berprestasi dan dikontrak tim lain (atau bahkan ke kelas baru Moto2), lepasin saja; ganti pembalap lain (regenerasi). Gak usah khawatir kalau pada akhirnya naik ke kelas MotoGP tapi gak pakai Yamaha. Tetep aja dia akan pakai Yamaha karena ada ikatan "gak resmi " sebelumnya.

Seperti Casey Stoner yang mengawali kariernya bersama Honda (2001), sempat membela Aprilia, KTM, dan Ducati, akhirnya kembali juga ke Honda kan...

GP Malaysia 2006

Come on Vale!

Dalam usahanya mendekatkan poin dengan Nicky Hayden, Valentino Rossi mendapat lawan yang cukup kuat di GP kali ini; Loris Capirossi. Saya masih ingat betul race waktu itu, cukup ketat dan menegangkan. Dan akhirnya Rossi menang dan Hayden tampil buruk, poin yang sangat berharga....

GP Malaysia 2009-2010

Inget gak sih waktu itu bendera Spanyol
sempet masuk ke rantai motor #99
dan tercabik-cabik? #bad

Berturut-turut dua pembalap FIAT Yamaha mengunci gelar juara dunianya di sirkuit Sepang. Pada 2009 si Ayam Tua, Valentino Rossi, mendapatkan gelar ke-9 nya. Setahun setelahnya, Jorge Lorenzo, baru memulai panen gelar juara dunia MotoGP-nya yang pertama. Jauh juga ya antara 9 dan 1 hehe...

GP Malaysia 2011

Sepang adalah rumah Marco Simoncelli.
2008 dan 2011 adalah cerita yang
sangat-sangat berbeda

Race tersingkat MotoGP... RIP SIC58


Klasik! Valentino Rossi Jatuh Saat Battle di GP250 Johor, Malaysia 1998

Tidak ada salahnya sembari mendukung Valentino Rossi menjuarai gelar Grand Prix ke-10'nya kita lihat kembali aksi Vale junior saat masih bertarung di kelas GP250 ini.

Valentino Rossi yang terkenal jago overtaking dan setiap manuvernya selalu mulus (tidak membahayakan siapapun) justru pernah sial saat disalip oleh lawannya.

Musim 1998 adalah musim debutnya di kelas GP250. Vale memulai musim dengan buruk saat ia DNF di balapan pembuka di Suzuka, Jepang. Beruntung ia bisa bangkit di seri kedua di Johor, Malaysia.

Tapi sayang, setelah ia berhasil memimpin lomba di lap ke-26, ia harus mendapatkan perlawanan sengit dari veteran GP250 di lap ke-28 (lap terakhir); Tetsuya Harada. Manuver Harada-san di tikungan terakhir itu justru direspon dengan sangat buruk oleh Valentino Rossi. Ia highside saat keluar tikungan dan berakhir DNF untuk keduakalinya di awal musim.

Tanpa banyak basa-basi lagi, lihat saja aksi seru video ini. Terimakasih untuk channel whitewhiteaj. Oiya, di channel itu masih banyak video balapan lainnya. Termasuk battle menarik di lap terakhir yang berujung crash. Selamat menyaksikan! (rz)