Panduan Real Road Racing Indonesia

Akhirnya semalam (30/1) tayang juga Real Road Racing Series di TV nasional Indonesia. Untuk episode pertama, ditayangken balapan Cookstown 100 edisi 2013. Untuk Cookstown 100 sendiri, balapan ini masih cukup 'bersahabat' jika dibandingkan dengan Triple Crown ajang Real Road Racing.

Oke, Cookstown 100 memang keren; terutama lingkungan khas Inggris di sekitarnya. Tetapi untuk pecinta adrenalin, masih ada banyak balapan yang lebih menantang. Dan berikut adalah chart sekaligus panduan mini Real Road Racing versi saya pribadi (ups, Isle of Man TT bukan di posisi pertama). Yuk!


1. Ulster Grand Prix

Balapan di Dundrod, County Antrim, Irlandia Utara ini berpredikat The Fastest Road Racing Series in the World. Balapan paling cepat di dunia dengan rataan kecepatan 200 m/h. jauh lebih cepat dibandingkan MotoGP. 'Paling cepat' diatas dihasilkan oleh layout sirkuit yang mengalir sepanjang 13 km, dengan hanya satu titik terlambat yaitu Lindsay Hairpin.

Format balapan asli (dilepas bergerombolan di grid untuk beberapa lap) menambah kengerian balapan ini. Alhasil pembalap tidak cuma melawan ganasnya sirkuit Dundrod, tetapi juga perlawanan pembalap-pembalap lain. Otomatis resiko celaka jauh lebih besar. Tetapi anehnya, tingkat kecelakaan atau bahkan korban jiwa dalam balapan ini justru berada di bawah Isle of Man TT.

Ulster Grand Prix mempunyai channel YouTube resmi. Disitu kalian bisa menonton balapan-balapan terbaik pilihan staff dan track guide berupa onboard lap dan guide lap. Check aja disini.

2. Macau Grand Prix

Balap jalanan di sekitaran pemukiman-kota di Macau ini bisa dibilang The Real Street Racing. Berbeda dengan sirkuit-sirkuit 'Countryside' di Inggris, trek Macau sangat khas balapan mobil. Tembok beton atau armco di sepanjang sisi trek plus 'ratusan' tikungan dan karakter mengalir sirkuit ini, sangat pas untuk pecinta 'balet motor balap' (liukannya aduhai). Spot menarik ada di salah satu hairpin yang sangat-sangat tajam. Lebar pemisahnya hanya sekitar 1-2 meter saja.

Balapan Macau Grand Prix bisa kita saksikan di YouTube meskipun tidak ada channel resmi Macau GP. Balapan terbaru (edisi 2015) bisa kalian saksikan melalui channel 123PNZ ini.

3. Isle of Man TT

Satu-satunya alasan kenapa Isle of Man TT berada di peringkat ke-3 chart versi saya ini adalah format balapan berupa time trial (pembalap dilepas sendiri-sendiri dengan selisih waktu 2 menit). Meski begitu format ini tetap memungkinkan terjadinya overtaking, tetapi hanya untuk sekali saja (tidak ada urgensi untuk balik overtaking).

Trek Snaefell Mountain Course, 60 km, ratusan tikungan, lap time 18 menit, durasi balapan 5 lap (Senior TT), sangat-sangat menguras fisik dan mental pembalap. Sepertinya itulah kenapa format untuk balapan ini adalah time trial, bukan seperti Ulster atau Macau. Apakah balapan ini bisa tayang di NET.? Bisa saja. tetapi mungkin format acaranya adalah Highlight Event, bukan balapan full-lap. Tahu sendiri kalau 1 lap saja 18 menit, untuk satu kelas bisa hampir 2 jam acara.

4. North West 200

Masih terletak di Irlandia Utara, balapan ini hampir mirip dengan Ulster GP. Bedanya cuma di karakter trek 'Segitiga Colleraine' sepanjang 14 km. Tiga sisi segitiga adalah trek pinggir laut bergaya jalanan kota yang mengalir, kemudian masuk ke jalur drag race panjang menuju ujung sirkuit, dan diakhiri dengan jalur drag race kedua yang kali ini diwarnai oleh dua sektor chicane untuk melambatkan balapan. Memang terlihat monoton, tetapi sektor pertama sirkuit adalah favorit saya, sangat Inggris sekali! *beberapa balapan bisa disaksikan di YouTube.

5. Cemetery Road Race

Boxing day, street road racing, New Zealand! Penutup ajang balap Real Road Racing tiap tahunnya ada di bagian selatan bumi. Trek jalan raya sepanjang 1,5 km (!) terletak di Wanganui, New Zealand, sangat unik karena mirip dengan trek ala road race di Indonesia atau Malaysia; tetapi kali ini dilibas oleh monster-monster Superbike hingga Supermoto. Banyak pembalap top Real Road Racing di Eropa yang hadir di balapan ini, semisal Guy Martin. *beberapa balapan bisa disaksikan di YouTube.

Itulah 5 balapan terbaik di serial Real Road Racing Series. Sebenarnya masih ada satu balapan lagi yang sangat menarik (terutama treknya yang keren), namanya Hengelo (Dutch Superbike Series). Bisa kalian saksikan di YouTube! Ciao!

Analisis Konflik Rossi-Marquez, Konflik Yang Muncul Tanpa Disengaja, Bukan Konspirasi!

Stop kebencian & dukung Vale 100%!


Respon fans pasca konflik Valentino Rossi dan Marc Marquez semakin tidak terkendali. Bahkan sampai mensyukuri jika Marc, Jorge, atau siapapun yang mungkin terlibat saat mereka crash atau terjatuh, dan berdoa supaya hal tersebut lebih sering terjadi di musim-musim depan. Buruk.

Hal tersebut sangat disayangkan karena cukup mencederai sportifitas di kalangan pendukung dan cukup ‘jahat’. Lalu apa bedanya kita dengan mereka kalau sama-sama ‘jahat’?

Saya selalu terbuka menerima banyak opini dan perspektif. Lalu untuk tulisan ini saya sedikit mengubah perspektif saya mengenai kejadian di Phillip Island hinga Valencia kemarin.

Bagaimana kalau semua kejadian yang berujung konflik tersebut muncul karena tidak disengaja ? 100% tidak disengaja.

Anggap saja Vale hanya ingin sedikit ‘memprovokasi’ lawannya dengan trik psikologis di GP Malaysia lalu. Ia mengungkap semua pandangannya tentang kejadian di Australia dengan tujuan  ‘memperingatkan’ Marc tentang aturan tidak tertulis.

Ia mungkin merasa pembalap yang berpotensi mengganggu battlenya dengan Jorge hanyalah duo Repsol Honda, yang justru tampil kompetitif di akhir musim. Dani Pedrosa sudah 30 tahun, kemungkinan besar ia sudah memahaminya. Yang tersisa cuma Marc, si pembalap muda yang kemungkinan belum terlalu paham. Oleh karena itu Vale ‘menyerangnya’ saat itu.

Kejadian di Phillip Island, menurut penjelasan Honda adalah Marc Marquez yang tidak ingin kejadian buruk di PI dua musim sebelumnya terulang kembali. Meskipun Marc tampil sebagai pole sitter, ia ingin tampil santai di race, menjaga ritme balap dan keausan ban, dan merencanakan serangan di akhir lomba.


Sialnya dengan strategi itu, saat balapan justru Marc ‘bergabung’ dengan Vale dan Iannone yang juga kompetitif. Mau tidak mau terjadilah battle ketat antara ketiganya plus Jorge di akhir lomba. Dan akhirnya munculah penilaian Vale (plus diamini Iannone) tentang race tersebut adalah ‘Marc ingin mendukung Jorge dengan menghambat kita di rombongan’. Mulai terlihat strategi menjaga ritme balap dan keausan ban di seri ini justru berakibat ‘fatal’ untuk Marc.
Next stop, GP Malaysia. Marc dituduh sengaja memberi jalan untuk Jorge dan sekali lagi menghambat Vale. Ceritanya di T4 saat ia melebar dan disalip Jorge. Ia pun kehilangan beberapa waktu (melorot hingga 2 detik). Celakanya lagi, di belakangnya kini The Doctor. Marc tampil secara maksimal saat bertarung dengan Vale. Itulah hal yang biasa dilakukan Marc tiap balapan.
Tetapi tidak untuk hari itu, kecepatan dan keagresifan Marc tersebut justru menimbulkan rasa frustasi bagi Vale. Ia mungkin terbayang, apakah prasangka yang ia kemukakan 3 hari sebelumnya akan terbukti benar? Apakah Marc tidak bisa mengerti apa maksud ucapan Vale adalah sebuah peringatan?
Dan akhirnya terjadilah insiden di lap ke-7. Vale melebar dan Marc tetap memaksa merebahkan motornya, padahal disitu tepat berada motor Vale. Saya kira maneuver ini tidak terlalu cerdas karena membahayakan kedua belah pihak. Marc mungkin belum mengerti peringatan Vale (the unwritten rules) dan ia tetap push 100%. Dan terjadilah crash.
Pasca GP Malaysia, semua sepakat untuk memulai hal yang baru di GP Valencia. Tetapi sekali lagi, sebuah kejadian semakin memperjelas tuduhan Valentino Rossi adalah benar adanya. Marc stuck di belakang Jorge sepanjang lomba. Tidak sekalipun ia melakukan percobaan overtaking meskipun gap keduanya hanya 0,3 detik saja. Honda sendiri berdalih hal tersebut disebabkan masalah di roda depan motor mereka.

Saya kira waktu itu tekanan paling besar justru dihadapi Marc. Jika ia memaksa overtake di saat Jorge sedang 100% mengejar gelar, dan hal buruk terjadi (misal Jerez 2013); tentu ia adalah sasaran utama kemarahan atas kegagalan Jorge. Tetapi jika tidak bertindak apapun, sekali lagi justru semakin membuktikan tuduhan Vale adalah benar. Situasi yang sangat tidak menguntungkan.

Puncak dari segala kontroversi adalah ketika Marc sangat agresif merebut posisinya kembali setelah tiba-tiba disalip oleh Pedrosa. Fans semakin mempertanyakan kenapa Marc tidak sekalipun mencoba menyalip Jorge? Padahal gapnya cukup dekat dan sirkuit Valencia (yang sempit dan pendek) masih sangat memungkinkan untuk menyalip (dibuktikan aksinya dengan Pedrosa tersebut dan Vale yang menyalip 21 pembalapd alap 13 lap).

Apakah Marc segan menyalip Jorge? Apakah semakin terbukti kecurigaan Vale? Meskipun berdalih problem di ban depan adalah penyebabnya, rasanya fans akan tetap sulit menerima fakta tersebut. Dan  saya rasa ‘kebencian’ terhadap Marc dan Jorge pun memuncak dan berlanjut hingga tahun-tahun setelahnya.

Dengan melakukan analisis seperti diatas semakin memperluas perspektif saya mengenai konflik antara Vale dan Marc. Konflik yang muncul karena suatu hal yang mungkin tidak disengaja. Yang saya sayangkan hanyalah kejadian di Sepang saat Marc ‘tidak memahami’ arti peringatan Vale. Mungkin karena ia masih sangat muda dan belum mengerti tentang ‘The Unwritten Rules’. Karena susah juga sengaja mengalah untuk duo Yamaha di saat motor Honda-nya berada di kondisi terbagus.
Vale dan Marc, dua sahabat yang kini ‘berseteru’ dan memungkinkan terciptanya Max baru bernama ‘MAX MARQUEZ’.


Note: Marc terbiasa tampil cepat dan agresif, karena tidak ada aturan yang melarang hal tersebut. Tetapi kebiasaan tidak selalu bisa dijadikan sebagai patokan kebenaran, karena arti sebuah kebenaran terkadang sangat tidak terbatas. Marc masih cukup muda dan perlu belajar banyak hal. Ia cuma sial musim ini...


News: The New Kyalami!

Update motorsport kali ini datang dari renovasi sirkuit Kyalami. Foto dari Google Maps memperlihatkan bagaimana layout sirkuit ini sekarang.





Home straight lebih 'panjang'

Chicane yang terbuang...

Unik juga kalau lihat foto sirkuit di google maps. Ada beberapa yang updatenya cepet, ada juga yang bertahun-tahun fotonya gitu aja terus. Misal Kyalami yang belum setahun direnovasi aja foto petanya udah langsung update. Sementara Silverstone yang sudah berubah sejak 2010 fotonya di google maps sekarang masih versi yang lama.

Layoyt lawas Kyalami dengan Chicane (T12)

Sirkuit Kyalami adalah sirkuit paling populer di Afrika Selatan dan pernah menggelar MotoGP, Formula 1, World Superbike dan A1GP. Ajang internasional terakhir yang digelar di sirkuit ini adalah World Superbike 2010.

Porsche x Kyalami

Juli 2014 sirkuit ini resmi dijual kepada Porsche South Africa seharga 205 juta Rand. Setelah itu langsung dilakukan perombakan sirkuit dengan fokus utama 4 apex pertama sirkuit. Terlihat setelah renovasi, Kyalami kini memiliki 5 apex di sektor pertama. Selain itu perubahan minor di chicane sebelum last corner yang kembali dihilangkan sehingga sekarang hanya berupa ‘kink’ saja. Juga perubahan T11 (Continental yang 'dimasukkan' lebih dalam lagi) yang membuat 2 short straight di sekitarnya menjadi lebih melengkung.

Apakah dengan renovasi ini event balap kelas dunia akan kembali lagi ke Afrika Selatan?

Mungkin saja! Tetapi kemungkinan besar terbatas untuk balap mobil dan balap Superbike. Karena untuk MotoGP sepertinya masih kurang aman, terlihat dari run-off area yang masih cukup sempit di beberapa tikungan cepat. Tetapi apapun itu, semoga Afrika Selatan kembali mewarnai dunia balap internasional lagi! Amin. (rz)

REVIEW MotoGP Valencia 2015: #Lorenzo+KentCHAMP

  
#LorenzoChamp

TAMAT. MotoGP 2015 resmi berakhir dengan peresmian gelar juara dunia ke-5 untuk Jorge Lorezo. Terlepas dari insiden #SepangClash atau hal-hal lainnya, Jorge Lorenzo memang lebih layak juara dibandingkan Valentino Rossi. Kenapa? Karena dia berhasil menjuarai 3 GP lebih banyak dibandingkan Vale. Hal ini sama persis dengan 2006 saat Vale lebih superior daripada Hayden tetapi sayang dia sering tidak konsisten dan Hayden-lah yang akhirnya menjadi juara.

Sekali lagi terlepas dari insiden #SepangClash yang berbuah penalty, secara keseluruhan penampilan Vale musim ini sangat-sangat bagus. Hanya 3 kali gagal podium (termasuk di seri Valencia ini), tanpa DNF, dan finish terburuk adalah di P5. Sayang, ia kalah dari Lorenzo di 4 seri (Jerez, Le Mans, Catalunya, dan Mugello) serta P5 di Misano. Semuanya gara-gara Misano -_-

Next, yang cukup mengejutkan adalah cara selebrasi Jorge Lorenzo yang menampilkan ‘4 dirinya’ saat meraih gelar juara dunia sebelumnya. Ide ini sama persis dengan apa yang saya pikirkan jikalau Valentino Rossi yang menjadi juara. Sempat kepikiran, sudah ditulis setengahnya, tetapi lupa upload, hehe. Tetapi repot juga sih kalau Vale yang juara. Dia harus cari 9 temannya untuk ‘menjadi dirinya’ plus memerankan karakter Repsol Honda 2002-2003 (mungkin cuma ini yang agak susah diterima pihak Yamaha).
 
#KentChampion
*****
Another great story, Danny Kent berhasil meraih gelar juara dunia Moto3 yang sempat ‘tertunda’ di Malaysia dan Australia kemarin. Ia finish ke-9 dan sudah sangat cukup untuk mengunci gelar juara dunia; meskipun rival dan calon rekan setimnya di Moto2 2016 besok (Miguel Oliveira) menjuarai 3 GP sejak Australia. Danny Kent adalah juara dunia pertama yang berasal dari Inggris (di semua kelas) sejak terakhir Barry Sheene juara di musim 1977. Selamat!

Well, musim 2015 sudah tamat ; saatnya menantikan ban Michelin kembali beraksi ! sebagai catatan, juara dunia MotoGP terakhir yang menggunakan ban Michelin adalah Nicky Hayden. Secara mengejutkan ia mengalahkan Valentino Rossi #FinalShowdown Valencia 2006. Dan di tempat yang sama pula, 9 tahun setelahnya ; Nicky Hayden dan Bridgestone sama-sama mengakhiri karier MotoGP-nya.

Saya cukup tertarik dengan catatan-catatan seperti ini. Misalnya saja, Honda RC211V adalah mesin 990cc pertama dan terakhir yang menjuarai MotoGP era 990cc via Valentino Rossi (2002) dan Nicky Hayden (2006). Ada juga Casey Stoner, sebagai juara dunia pertama dan terakhir era MotoGP 800cc.

Nah, Lorenzo sebagai juara dunia terakhir pemakai Bridgestone; apakah nasibnya akan sama dengan Hayden?? (Gagal juara dunia setelah merk ban lain mendominasi GP). Kita tunggu saja dua hari lagi di test pra-musim pertama Valencia 2015!