Tampilkan postingan dengan label Auto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Auto. Tampilkan semua postingan

Redesign Layout Sirkuit Sentul - Kalau Saja...

Sirkuit internasional baru di Palembang untuk MotoGP sudah mulai kelihatan wujudnya. Tampak seksi dan beda dengan sirkuit internasional sebelumnya (Sentul). Dengan persaingan ini, sirkuit Sentul wajib berbenah supaya tidak kalah telak.

Salah satu caranya sudah jelas, mereka harus berbenah dan berubah total. Karena praktis, fasilitas yang ada saat ini (termasuk layout sirkuit) sudah sangat jadul dan gak menarik. Tidak ada keunikan, ciri khas atau karakter sirkuit ini jika digunakan untuk balapan internasional. Kita berkaca pada dua sirkuit internasional lawas yang sudah berubah untuk menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Kedua sirkuit tersebut adalah Albacete dan Kyalami.

Keduanya adalah sirkuit yang terakhir kali menggelar kejuaraan internasional selevel Superbike, lebih dari 5 tahun yang lalu. Tetapi posisi kedua sirkuit tersebut cukup berbeda, Albacete terletak di Spanyol, wajar kalau kurang populer karena fasilitas mereka tidak selengkap Jerez, Catalunya, Valencia, atau Aragon. Dengan berbagai renovasi pun, ajang balap yang bisa mereka hadirkan baru sebatas kejuaraan nasional.

Sementara Kyalami adalah ikon motorsport Afrika Selatan, khususnya untuk olahraga balap mobil (olahraga balap motor lebih akrab dengan sirkuit Phakisa). Sirkuit ini mengalami perubahan sejak dibeli oleh Porsche Afrika Selatan. Jutaan dollar dana dikeluarkan untuk merenovasi fasilitas dan perubahan layout sirkuit. Meski terlihat minor, tetapi layout sirkuit baru menawarkan konsep yang berbeda dibandingkan layout terdahulu.

Ngomongin soal Sentul lagi nih. Dengan kemunculan sirkuit Palembang untuk MotoGP, sepertinya Sentul harus menentukan konsep 'pasar' mereka mau seperti apa. Karena saya seorang desainer dan pecinta desain sirkuit (khususnya layout), maka saya hanya akan membahas tentang layout sirkuit Sentul 'JIKA SAYA ADALAH PEMILIK SIRKUIT TERSEBUT' dan mempunyai dana untuk mengubahnya, hehe.

Maka setelah pembahasan konsep, saya menentukan sirkuit Sentul akan menjadi kiblat dunia balap mobil di Indonesia dengan mengutamakan kecepatan. Pada dasarnya saya melihat layout sirkuit Sentul yang sederhana ini mirip dengan sirkuit Monza. Tetapi kenapa Monza lebih populer untuk balapan internasional?

Mengesampingkan tentang Italia sebagai salah satu pemain motorsport terbesar di dunia, Monza menawarkan konsep sirkuit cepat dengan variasi tikungan dan trek lurus panjang. Kita lihat ada dua chicane, satu triangle, dua tikungan kembar (Lesmo), satu tikungan melengkung panjang (Curva Grande), dan Parabolica. Hal itu jelas berbeda dengan Sentul yang minim variasi tikungan; 3 chicane & 2 double-apex-hairpin.

Lalu setelah melewati proses desain, saya membuat sirkuit yang cepat dan tidak lupa juga mengakomodasi untuk keperluan balap motor. Panjang sirkuit mungkin tidak berubah (atau malah berkurang 100-300 m tergantung konfigurasi yang digunakan), tetapi inilah layout yang saya suka. Bebas, lha wong ini sirkuit milik saya, hahaha.

Overall Layout hasil redesign

Hanya beberapa bagian yang diubah, diantaranya T3-4 dan sektor sekitar dua chicane di belakang sirkuit. Inti dari perubahan desain ini adalah membuat sirkuit tampak lebih melengkung karena akan membuat penonton layar kaca merasa balapan lebih cepat. Gak begitu paham atau tahu tentang teori terkait, tetapi trek melengkung menghasilkan laju kendaraan yang disorot kamera tampak lebih cepat (contohnya di sirkuit Imola antara Tosa-Piratella dan Variante Alta-Rivazza).

Lalu dari layout diatas bisa digunakan menjadi dua layout berbeda, dengan infield section untuk balap motor dan flat out back straight untuk balap mobil. Perbedaan layout ini menyebabkan sirkuit untuk balap mobil lebih pendek sekitar 250 m dari sirkuit balap motor. Kenapa layout sirkuit untuk balap mobil lebih sederhana dan cepat? Sebenarnya trek cepat adalah favorit untuk setiap olahraga bermotor (tetapi bukan stop-and-go juga lho ya) dan saya melihat apa yang terjadi di NASCAR saat mereka menggunakan layout yang sederhana, cepat, dan lebih pendek untuk event di Sonoma dan Watkins Glen.

Sirkuit Balap Mobil (layout orange) dengan panjang 3,7 km*

Sirkuit balap motor menggunakan infield section mengakibatkan sirkuit lebih lambat tetapi lebih banyak tikungan. Pas dengan konsep balap motor yang durasinya pendek sehingga harus mempunyai banyak kesempatan overtaking dan balapan menjadi menarik. Satu hal saya pelajari dari sirkuit cepat-lambat untuk balap motor-mobil adalah, balapan motor kalau kompetitif; di sirkuit apa saja balapannya bakalan menarik.

Sirkuit Balap Motor (layout orange) dengan panjang 3,9 km*

Pada akhirnya hal-hal seperti diatas mungkin tidak terjadi untuk sirkuit Sentul (renovasi dengan layout karya saya), tetapi saya berharap supaya sirkuit legendaris ini mampu bertahan di tengah persaingan dunia motorsport modern ini. Sepang, Buriram, Palembang, tiga sirkuit yang sudah dan akan mengovertake eksistensi sirkuit Sentul. (rz)

Analisis; Bedah Karakter Sirkuit MotoGP Jakabaring (Terbaru)

Beberapa bulan yang lalu saya sempat membahas karakter sirkuit MotoGP di Palembang berdasarkan rancangan sirkuit yang beredar di media sosial. Tetapi ternyata rancangan tersebut bukanlah rancangan yang sebenarnya dan pada 30 Oktober 2016 kemarin muncul rancangan yang lebih meyakinkan. Kenapa rancangan pertama 'kurang meyakinkan'? Karena desainnya mempunyai layout 3D dan muncul tidak lama setelah rencana Palembang menggelar MotoGP dipublikasikan.

Nah, desain terbaru mempunyai layout 2D sehingga lebih bisa dipahami dengan baik mulai dari panjang trek dan karakter tikungannya. Dalam rancangan tersebut juga tercantum panjang trek dan beberapa informasi 'standar dari arsitek' terkait.

Rancangan Sirkuit MotoGP Palembang dari Hermann Tilke

Saya suka rancangan Hermann Tilke kali ini. Karena ia merancang sirkuit dengan lebih memprioritaskan kebutuhan balapan motor daripada balapan mobil. Hal itu bisa dilihat dari karakter sirkuit yang cepat dan tidak adanya trek lurus panjang yang dilanjutkan dengan tikungan patah-sempit khas Tilke yang kita temukan dalam 2 sirkuit 'motor' terakhirnya (Buriram World Superbike dan Austin MotoGP). Dengan layout huruf S kita bisa lebih mudah memperkirakan panjang trek dengan membaginya menjadi 4 bagian (masing-masing sepanjang 1,075 km. Layout trek yang sederhana dan cepat ini mengingatkan kita dengan layout sirkuit Rio Hondo, Argentina.

Nah, satu-satunya tikungan lambat adalah T13 (tikungan terakhir) dengan karakter yang mirip dengan salah satu kompleks tikungan di Aragon. Yaitu kompleks 2 tikungan dengan 'entry corner' yang lebih cepat. Jadi manuver late breaking baru akan efektif di antara T12-T13 (menuju T13) dan bukan saat menuju T12.

Lalu layout sirkuit membentuk huruf S dengan lintasan melengkung panjang dan stadium section di bagian sirkuit lainnya, mengingatkan saya dengan desain yang sama di Shanghai, Phillip Island, dan Jerez. Terutama di bagian trek melengkung, akan sangat menarik karena jika dilihat panjang trek di bagian tersebut bisa sekitar 1 km, Kemampuan rider merebahkan motornya dalam jarak yang panjang dan dalam kecepatan yang tentu saja tinggi, sangat dipertaruhkan di bagian ini.

Stadium section, lintasan melengkung, dan kompleks dua tikungan akhir akan ditambah kompleks tikungan pertama yang sepertinya sangat menyenangkan untuk dilihat. Mulai dari T1-T2 dengan radius yang cukup lebar dan dilanjutkan chicane cepat terlihat seperti interpretasi lain dari desain serupa di sirkuit Le Mans. Kalau di Le Mans kita melihat straight 450 m ditambah trek melengkung panjang (dua apex dengan panjang sekitar 400 m) ditambah satu chicane lambat. maka di sirkuit Jakabaring ini diubah dengan satu straight panjang plus dua tikungan cepat yang lebih pendek dan satu chicane yang lebih cepat. Kombinasi straight dan tikungan seperti ini sepertinya belum pernah dipakai di sirkuit manapun di dunia (sirkuit Navarra, Spanyol hanya mempunyai kemiripan di straight hingga T2 saja).

Menurut rencana, MotoGP Indonesia 2018 akan digelar pada bulan Oktober atau pada penghujung musim saat persaingan sedang panas-panasnya (semoga). Sementara MotoGP di sirkuit cepat (Phillip Island, Mugello, Rio Hondo, Assen) terkenal lebih menarik daripada sirkuit-sirkuit lainnya. Setidaknya itu adalah jaminan bahwa MotoGP Indonesia di Palembang besok akan sangat menarik untuk ditonton!

Penjelajah Sirkuit - Circuit International Automobile Moulay El Hassan

Circuit International Automobile Moulay El Hassan atau lebih dikenal dengan nama Marrakech Street Circuit adalah sirkuit jalan raya 'rumah' dari kejuaraan balap mobil WTCC seri Maroko sejak 2009. Selain digunakan untuk WTCC, sirkuit ini juga pernah digunakan untuk kejuaraan Formula 2 dan AutoGP (kejuaraan yang menggunakan mobil ex-A1GP 2005-2008).

Layout Trek 2009-2015 via racingcircuits.info

Antara 2009-2015, sirkuit ini menggunakan layout sederhana berbentuk setengah paperklip dan segitiga runcing. Trek sepanjang 4,5 km tersebut didominasi oleh straight lurus dan chicane. Lap record untuk sirkuit ini dicetak oleh Narain Karthikeyan (AutoGP 2013) dengan catatan waktu 68,45 detik.

Untuk musim balap 2016 sirkuit ini mengalami perubahan cukup signifikan dengan 'membuang' sebagian besar trek jalan raya berbentuk oval paperklip dan menggabungkannya dengan jalanan baru di sekitar triangle dan kompleks paddock. Total panjang sirkuit hanya tersisa 2/3-nya saja atau sekitar 3 km. Revisi layout ini dikerjakan oleh desainer sirkuit kenamaan, Hermann Tilke. Status sirkuit kini menjadi FIA Grade 2 'Semi-Permanent' karena area paddock dan sekitarnya merupakan bangunan permanen untuk sirkuit ini.

Layout Trek 2016 via racingcircuits.info

Trek baru ditunjukkan oleh garis hijau, mengelilingi
kompleks paddock yang ditandai oleh garis kuning.


Poor me! Saya sempat mempertanyakan sirkuit apa yang akan digunakan untuk balap Formula E Maroko akhir tahun ini. Dan ternyata sirkuit sepanjang 3 km inilah yang akan digunakan untuk Marrakech ePrix**. Ini murni kesalahan saya yang 'telat' mengupdate info tentang renovasi sirkuit Marrakech.

Tujuan utama renovasi sirkuit Marrakech ini sebenarnya untuk meningkatkan animo motorsport lokal karena dengan 'pengecilan' sirkuit ini membuat penggunaan trek bisa diperpanjang hingga 1 tahun penuh. Bukan hanya satu bulan saja saat ada event WTCC di Marrakech. Perubahan layout juga mengakibatkan perubahan karakter sirkuit menjadi lebih teknikal, ini jelas sebuah kemajuan karena sirkuit tidak melulu sekedar trek lurus atau chicane. Sirkuit teknikal membuat kemampuan pembalap lebih terasah.

Sebagai bonus, mari kita saksikan race WTCC Maroko 2016 yang digelar pada 8 Mei lalu. Cekidot!





Well, ini sangat menarik. Melihat tahun 'kelahiran' sirkuit ini, 2009, saya menjadi teringat dengan sirkuit yang muncul di tahun yang sama, Lippo Village Street Circuit yang 'mati' sebelum benar-benar hidup. Menyedihkan.

Penjelajah Sirkuit - Bangsaen Street Circuit

Saya adalah tipe pecinta motorsport karena faktor sirkuit. Maksudnya, saya suka apapun itu jenis balapnya kalau dilakukan di sirkuit yang baru saya kenal. Seperti tahun 2015 lalu saya baru mengenal sirkuit Kuala Lumpur (Malaysia), Mine (Jepang), Hengelo (Belanda), dan Ahvenisto (Finlandia). Saya tidak mempedulikan hasil atau jalannya balap di sirkuit-sirkuit itu karena saya hanya ingin melihat bagaimana wujud sirkuit yang baru saya kenal tersebut.

Nah, 2016 ini masih agak seret. Setidaknya hanya 2 sirkuit baru yang saya kenal hingga bulan Mei 2016, yaitu sirkuit jalan raya di Paris dan Berlin. Keduanya adalah sirkuit kategori FIA Grade 3 untuk balapan Formula E. Sama seperti sirkuit ePrix yang baru dikenalkan tahun lalu, saya belum menemukan sesuatu yang spesial dari sirkuit-sirkuit tersebut. Masih biasa saja.

Bangsaen Street Circuit Trackmap




Masuk di bulan Juni, saya akhirnya mengenal sirkuit jalan raya Bangsaen di Chonburi, Thailand. I
ni sirkuit lama tetapi baru saya kenal beberapa hari terakhir. Suasananya unik, mirip seperti Macau tetapi 'khas' Asia Tenggara banget. Bukan berlatarbelakang kota besar dengan banyak gedung pencakar langin seperti di KL, atau suasana taman seperti di Lippo Village. Bangsaen lebih kental nuansa kota tradisional Thailand di pinggiran laut. Sirkuit ini digunakan untuk balap mobil touring car dan GT di Thailand Super Series.

Bangsaen adalah 'hidangan pembuka' yang sangat bagus untuk kemudian kita menikmati sajian sirkuit jalan raya dengan ciri khas yang cukup kuat, Baku Street Circuit...

Channel Youtube - Thailand Super Series


Analisis; Penjadwalan Seri MotoGP 2016 'Terganggu' oleh Jadwal Formula 1

MotoGP Jepang musim ini akan berjarak 3 minggu dari seri sebelumnya di Eropa

Saya baru sadar kalau penjadwalan MotoGP musim ini menghasilkan 3 hal buruk dibandingkan 1 hal baik yang akan dirasakan oleh fans. 3 hal buruk tersebut adalah 3 kali penyelenggaraan seri MotoGP yang harus 'merasakan' jeda selama 3 pekan. Sementara 1 hal baik hanya penyelenggaraan seri Silverstone dan Misano yang musim ini digelar back-to-back atau hanya jeda 1 pekan saja.

Dari kebijakan tersebut, efek yang paling terasa adalah saat seri Catalunya, Assen, dan Sachsenring, menjadi sangat lama musim ini. Musim 2015 lalu rangkaian ketiga seri tersebut selesai dalam jangka waktu 5 pekan saja (1 balapan dalam 2 pekan). Tetapi musim ini bertambah menjadi 7 pekan atau 1 balapan dalam 3 pekan. Apalagi setelah seri Sachsenring langsung libur tengah musim selama 4 pekan lagi sampai seri Austria (Spielberg), alamak!

Kalau tidak salah ingat, 10 tahun yang lalu seri MotoGP Catalunya dan Assen hanya berjarak 6 hari saja. Race Catalunya hari Minggu & race Assen hari Sabtu. Rekor kah?

Satu lagi jeda 3 pekan terjadi antara seri Aragon dan 'tur Australasia'. Anehnya, ketiga jeda selama 3 pekan tersebut tidak pernah satupun terjadi di musim lalu. Jeda terlama musim lalu hanyalah jeda tengah musim selama 4 pekan yang merupakan rutinitas wajib tiap musimnya. Saya lalu bertanya, kenapa sampai terjadi jeda selama itu bahkan sampai 3 kali di MotoGP musim ini?

Saya lalu teringat oleh satu artikel di majalah F1 Racing beberapa tahun yang lalu yang menyebutkan bahwa, otoritas MotoGP dan Formula 1 bekerja sama untuk menciptakan satu jadwal yang tidak bertabrakan satu sama lain. Kemudian saya membuat perbandingan jadwal F1-MotoGP musim 2015 dan 2016, dan MUNCULAH satu kesimpulan bahwa perubahan jadwal MotoGP musim ini lebih disebabkan oleh membengkaknya seri F1 (dari 19 menjadi 21) juga efek renovasi sirkuit Sepang. Coba perhatikan perbandingan jadwal berikut ini.


F1 'kewalahan' menerima 2 seri tambahan musim ini

Musim depan F1 akan tetap berjalan sekitar 21 seri, saya berharap MotoGP dan F1 bisa lebih baik lagi mengatuar penjadwalan seri mereka. Jangan sampai ada yang dirugikan (fans MotoGP) dengan 3x jeda selama 3 minggu seperti di musim ini. Lebih baik digelar bergantian tiap minggunya antara MotoGP dan F1.

News: The New Kyalami!

Update motorsport kali ini datang dari renovasi sirkuit Kyalami. Foto dari Google Maps memperlihatkan bagaimana layout sirkuit ini sekarang.





Home straight lebih 'panjang'

Chicane yang terbuang...

Unik juga kalau lihat foto sirkuit di google maps. Ada beberapa yang updatenya cepet, ada juga yang bertahun-tahun fotonya gitu aja terus. Misal Kyalami yang belum setahun direnovasi aja foto petanya udah langsung update. Sementara Silverstone yang sudah berubah sejak 2010 fotonya di google maps sekarang masih versi yang lama.

Layoyt lawas Kyalami dengan Chicane (T12)

Sirkuit Kyalami adalah sirkuit paling populer di Afrika Selatan dan pernah menggelar MotoGP, Formula 1, World Superbike dan A1GP. Ajang internasional terakhir yang digelar di sirkuit ini adalah World Superbike 2010.

Porsche x Kyalami

Juli 2014 sirkuit ini resmi dijual kepada Porsche South Africa seharga 205 juta Rand. Setelah itu langsung dilakukan perombakan sirkuit dengan fokus utama 4 apex pertama sirkuit. Terlihat setelah renovasi, Kyalami kini memiliki 5 apex di sektor pertama. Selain itu perubahan minor di chicane sebelum last corner yang kembali dihilangkan sehingga sekarang hanya berupa ‘kink’ saja. Juga perubahan T11 (Continental yang 'dimasukkan' lebih dalam lagi) yang membuat 2 short straight di sekitarnya menjadi lebih melengkung.

Apakah dengan renovasi ini event balap kelas dunia akan kembali lagi ke Afrika Selatan?

Mungkin saja! Tetapi kemungkinan besar terbatas untuk balap mobil dan balap Superbike. Karena untuk MotoGP sepertinya masih kurang aman, terlihat dari run-off area yang masih cukup sempit di beberapa tikungan cepat. Tetapi apapun itu, semoga Afrika Selatan kembali mewarnai dunia balap internasional lagi! Amin. (rz)

Analisis; Lulusan GP2 yang (Mulai) Susah Masuk F1 & Gaya Baru Transfer Pembalap F1!


Davide Valsecchi (juara 2012), Fabio Leimer (juara 2013), dan Stoffel Vandoorne (juara 2015) adalah 3 driver juara GP2 yang sejauh ini belum turun di balapan F1. Hanya Jolyon Palmer (juara 2014) yang sudah memastikan kursi balap untuk #F12016 di tim Lotus, setelah setahun ini ia vakum balap dan hanya menjadi test-driver untuk tim tersebut.

Kesimpulannya adalah, beberapa tahun terakhir ini lulusan GP2 agak susah masuk ke F1; bahkan untuk juaranya sekalipun. Menjadi juara juga berarti sudah tidak boleh berlaga lagi di kelas tersebut untuk musim-musim selanjutnya. Dan akhirnya, untuk sekarang ini tittle juara GP2 hanyalah 'bonus'.

Melihat komposisi pembalap di tim F1 akhir-akhir ini, kita bisa memahami beberapa 'gaya' baru yang diterapkan oleh tim-tim F1. Misalnya saja;

  1. McLaren, Ferrari, Mercedes; masih mempertahankan pembalap top (yang usianya mungkin sudah tua). Raikkonen (36), Button (35), Alonso (34), Hamilton (30), Rosberg (30). Hanya Vettel yang sedang memasuki usia emasnya (28).
  2. Red Bull & Toro Rosso tergabung ke dalam keluarga Red Bull. Menjadi sangat sulit untuk menembus tim F1 mereka jika kamu bukan anggota akademi balap Red Bull.
  3. Lotus, Force India, Sauber; tim medioker yang butuh dana sponsor terutama dari pembalapnya. Sebut saja; Felipe Nasr (Banco do Brasil), Sergio Perez (Telmex), dan Pastor Maldonado (PDVSA).
  4. Williams, kombinasi pembalap veteran dan pembalap muda potensial (Massa, 33; Bottas, 26)
  5. Manor, satu-satunya tim papan bawah yang memang sangat butuh dana sponsor dari pembalapnya. sayang banget kalau Rio sampai gabung di tim ini :(
  6. Haas, tim baru yang memang butuh pembalap berpengalaman (Romain Grosjean) dan pembalap yang berasal dari Amerika Utara* (Esteban Gutierres/Meksiko)

Formula 1 modern sekarang ini berbeda jauh dengan F1 musim 2006-2007. Waktu itu minimal ada 2 lulusan GP2 yang bertarung di F1. Rata-rata dari mereka menggantikan driver-driver tua semacam Juan Pablo Montoya, Ralf Schumacher, hingga Jacques Villeneuve (rata-rata dari mereka memang sudah sepantasnya digantikan sih, meskipun misalnya Ralf dan Juan yang masih berusia 32 dan 31 tahun pada waktu mereka hengkang dari F1).

Kompleks juga ya persoalan transfer pembalap F1 modern ini... Harus ada teknik dan taktik untuk menaklukkan gerbang tinggi menuju F1. Salah satunya dengan mengincar posisi test-driver. Tidak masalah setahun atau dua tahun, tetapi kalau langsung menjadi opsi utama untuk direkrut tim 'kan enak juga, seperti Jolyon Palmer.

Finally, sorry to say untuk Rio Haryanto; sebaiknya niat ke F1 ditunda dulu gimana? Ingat Stoffel Vandoorne yang juara GP2, saya teringat komentar di sebuah forum (website balap) "Jika Stoffel Vandoorne saja tidak bisa masuk F1, berarti tidak ada yang cukup pantas -dari GP2 2015- untuk masuk ke #F12016.

(rz)

Analisis: Top 5 Sirkuit Baru yang 'Gagal' di Era Modern

Gagal disini ada dua definisi, (1) gagal memenuhi ekspektasi; membangun budaya motorsport lokal (2) gagal menjaga berlangsungnya sebuah kejuaraan untuk jangka waktu yang lama. Let's see!

P1 - ISTANBUL PARK

Contoh terbaik untuk 'kegagalan sebuah sirkuit modern'. Satu-satunya sirkuit internasional di Turki, pada awalnya diharapkan sebagai langkah awal terciptanya budaya motorsport lokal yang lebih baik. Memulai debut di 2005, sirkuit ini pernah menggelar banyak kejuaraan internasional seperti Formula 1, MotoGP, WTCC, Endurance, World Superbike, dan balap GT. Tetapi semua itu hanya sementara dan sekarang tidak ada lagi balapan internasional yang menggunakan lintasan Istanbul Park! World Superbike adalah kejuaraan internasional terakhir di sirkuit ini pada 2013 lalu. 

Sekarang hanya kejuaraan World RallyCross (WRX) yang digelar di sirkuit ini, tetapi hanya menggunakan sebagian kecil area sirkuit.


P2 - YEONGAM (Korea International Circuit)

Sirkuit ini didepak dari kalender F1 setelah hanya menggelar 4x balapan.Animo penonton yang minimalis serta venue yang kurang impresif adalah alasan utama hilangnya F1 dari Korea. Yeongam seolah-olah menjadi  bukti budaya motorsport lokal yang tidak berkembang dengan baik. Padahal negeri ini memiliki dua pabrikan mobil populer, Hyundai dan KIA, serta dua pabrikan ban yang ternyata lebih eksis di luar negeri; Kumho dan Hankook.

Sekarang hanya kejuaraan balap mobil GT level Asia yang digelar di sirkuit Yeongam. Sirkuit ini juga pernah dikabarkan akan menggelar balap Super GT Jepang tetapi akhirnya gagal terlaksana.

P3 - BUDDH

Proses pembangunan sirkuit Buddh pernah termasuk ke dalam tayangan Megastructures dari National Geographic. Untuk lintasannya sendiri tidak terlalu istimewa karena bergaya khas Hermann Tilke (long straight, slow corner & elevation change), hanya main granstand yang istimewa karena menggunakan atap bergelombang layaknya bangunan stadion sepakbola masa kini.

Formula 1 berlaga di sirkuit ini hanya 3x saja (2011-2013). Permasalahan penjadwalan membuat sirkuit ini absen untuk F1 2014 dan direncanakan akan kembali pada 2015. Tetapi pergantian pengelola sirkuit Buddh justru membuat F1 tidak kembali lagi ke India pada 2015 dan 2016

P4 - PORTIMAO

Proses pembangunan sirkuit Portimao juga tergolong spesial karena cukup singkat, kurang dari setahun sirkuit ini beres dan langsung digunakan untuk balapan World Superbike 2008. Sirkuit ini berlisensi FIA Grade 2 dan FIM Grade A sehingga bisa digunakan untuk kejuaraan MotoGP dan balap mobil dibawah F1. Tetapi fasilitas yang lebih modern juga tidak berhasil memindahkan MotoGP Portugal dari Estoril ke Portimao. Bahkan setelah MotoGP Portugal dihapus dari kalender, sirkuit ini juga tidak bisa berhasil menyelamatkannya. Untuk balap mobil hanya A1GP dan GP2 yang pernah mampir di sirkuit ini masing-masing untuk satu seri saja.


P5 - DUBAI AUTODROME

Posisi ke-5 adalah tempat yang pas untuk sirkuit Dubai Autodrome, sirkuit modern bertaraf internasional pertama di Uni Emirat Arab (UEA). Sirkuit ini dinobatkan sebagai Home of National Motorsport, sehingga wajar kalau untuk level internasional sirkuit ini 'gagal' bersaing dengan Yas Marina yang lebih modern. Positioning sirkuit Dubai (nasional) dan Yas Marina (internasional) mungkin sebagai strategi motorsport di UEA. Tetapi dengan fasilitas yang baik di Dubai, seharusnya ada banyak kejuaraan balap internasional yang singgah di UEA!


Well, itulah 5 sirkuit gagal versi notumoto. Motto kami 'Komentar suka-suka, Analisis seenaknya!'
Ciaoo! (rz)

Fun Analysis; Topi Podium!

Bridgestones Podium

*******

Kenapa topi yang digunakan pembalap di podium harus bertuliskan sponsor ban? Saya belum mengetahui jawaban pastinya, tetapi dari ‘topi’ ini kita bisa belajar beberapa hal baru.


Kuning Dunlop Klasik

Pertama, warna topi untuk tiap pabrikan ban ternyata berbeda; mungkin sebagai identitas untuk tiap-tiap pabrikan. Merah untuk Bridgestone, biru untuk Michelin, hitam untuk Pirelli dan Metzeler (karena satu induk perusahaan), dan kuning untuk Dunlop. Topi-topi ini umumnya dipakai oleh balapan internasional yang menerapkan aturan pemasok ban tunggal.

Sombrero!

Cowboy Hat

Kedua, jenis baseball cap adalah topi yang paling sering digunakan di podium. Tetapi untuk beberapa negara dan kesempatan tertentu, ada juga jenis topi lain yang digunakan. Seperti Sombrero untuk F1 Meksiko dan Cowboy Hat untuk F1 Amerika Serikat. Valentino Rossi juga pernah memakai topi Toga berwarna hitam (dengan logo kecil Michelin berwarna biru-putih) saat menjuarai MotoGP Mugello 2005. Dan memang untuk jenis topi-topi diatas, warna yang paling cocok digunakan adalah hitam. Kebetulan sekali Pirelli adalah sponsor ban F1. Coba bayangkan kalau topi Sombrero yang berukuran cukup besar berwarna merah atau biru, lumayan garing jadinya.

Ketiga, untuk kejuaraan yang tidak menerapkan aturan ban tunggal; tentu pihak promotor harus menyediakan topi yang berbeda sesuai dengan merk ban yang ikut di balapan. Seperti di Super GT Jepang yang diikuti Dunlop, Michelin, Bridgestone, dan Yokohama.

Beberapa merk ban lain juga cukup eksis di dunia motorsport. Firestone dan Hankook berperan sebagai pemasok band untuk kejuaraan IndyCar dan DTM. Untuk Firestone karena termasuk ke dalam keluarga Bridgestone, maka topi mereka berwarna merah dengan tulisan putih. Sementara Hankook menggunakan warna hitam dan tulisan berwarna putih, plus aksen di ujung topi depang berwarna oranye.

Warna hitam juga digunakan untuk Maxxis dan Yokohama. Maxxis yang lebih eksis di motocross memadukan warna hitam dengan warna tulisan berwarna oranye. Sementara Yokohama Tires yang menyupport beberapa tim di Super GT memakai warna putih untuk tulisan dan merah untuk logo. Ada juga Cooper Tires yang pernah mendukung A1GP di 3 musim pertamanya. Mereka menggunakan topi berwarna biru tua serta logo dan tulisan berwarna putih.

Cooper Tires A1GP

Nah, menjelang MotoGP Indonesia 2017; apakah pihak promotor lokal tertarik untuk menggunakan ide topi unik seperti poin kedua diatas? Indonesia sangat kaya budaya dan tradisi lokal, termasuk salah satunya desain-desain topi yang unik dan menarik. Apalagi keunikan topi Indonesia adalah bahannya yang alami dan mempunyai warna khas tersendiri. Menarik untuk dipertahankan warnanya dan dipadukan dengan logo-warna merk ban. 

Mungkin sudah bisa dipilih topi jenis apa yang akan digunakan? (rz)


Analisis Spesial; Rio Haryanto ke F1, Maka....

Dahaga balap mobil hampir terobati,,,

Jika Rio Haryanto ke F1 maka...

F1 bakalan tayang lagi di TV nasional Indonesia.
Masak iya sih aksi pembalap negeri sendiri gak ditayangin? Hampir 2 tahun tayangan F1 absen di TV nasional Indonesia, masyarakatpun kecewa. Tetapi dengan masuknya Rio ke F1, otomatis tayangan tersebut akan kembali lagi di TV nasional Indonesia. Biar makin afdol tayangin juga sesi kualifikasinya.

Penggalangan dana harus tetap dilanjutkan
Penggalangan dana harus tetap berlangsung meskipun Rio sudah gabung tim Manor. Belajar dari pengalaman Max Chilton (ex-rekan Rio di GP2 dan pembalap Marussia/Manor), bertarung di tim papan bawah dengan modal membawa dana sponsor gak akan bertahan lama. Kalau prestasinya gitu-gitu aja dan sponsor ngerasa rugi, dukungannya bisa dicabut. Maka mengantisipasi hal itu tentu harus ada dana cadangan untuk tahun-tahun kedepannya. Tentu dibarengi performa drivernya sendiri yang harus ciamik sehingga bisa dikontrak tim lain, sebagai test-driver pun nggak masalah.

Larisin dagangan milik sponsor Rio..
Yang biasanya pake oli A, B, C, sekarang mulai dibiasakan menggunakan oli Pertamina. Begitu pula untuk sponsor-sponsor lain yang sekarang ini masih abu-abu (belum jelas). Prediksi saya sih maskapai penerbangan, operator telekomunikasi, industri makanan dan industri pertambangan akan mendukung Rio di F1. Semoga saja.. amin.

Perlukah Indonesia bikin balapan F1?
Nggak usah mikirin hal-hal kayak gitu! Dananya gede banget dan gak ada efek apapun untuk Indonesia. Kalau gak bisa nyuguhin sirkuit ciamik macam Spa-Francorchamps, nasib Indonesia bakalan seperti Korea dan India. Apalagi kita sudah kalah sama Malaysia dan Singapura. Mending dukung pembalapnya aja tampil di F1. Lumayan kan kalau pembalapnya bisa menang di Malaysia atau Singapura? hehe.

Analisis Spesial; Musim Balap Paling Aneh!

Mungkin tiap-tiap ajang balap sudah menjalani puluhan musim kompetisi dimana tiap-tiap musimnya pasti mempunyai cerita menarik tersendiri. Tetapi apakah kalian sadar jika cerita yang menarik, menegangkan, tidak bisa dipercaya (luput dari prediksi awal musim) tersebut bisa terjadi bersama-sama di berbagai ajang motorsport di dunia ini? Setidaknya saya mencatat dan merasakan bahwa musim 2009 adalah musim ‘teraneh’ dalam dimana banyak prediksi yang terbantahkan atau hal-hal baru yang muncul secara tidak terduga. Apa saja itu?

MotoGP

#99 nomor balap Lorenzo yang mulai dipakai musim 2009

Kematangan Lorenzo dari ‘King Crash’ di musim sebelumnya menjadi salah satu penantang juara dunia terkuat.
Hanya di musim keduanya di MotoGP, Jorge Lorenzo sudah berkembang pesat dan menjadi salah satu penantang juara dunia terkuat. Dari 'King Crash' di musim 2008 hingga battle menarik di Catalunya 2009 adalah perubahan yang luar biasa (hal yang sama juga terjadi pada Stoner musim 2006-2007).

Valencia 2009, puncak penampilan buruk Stoner.
DNS karena terjatuh saat warm-up lap.

Penyakit misterius Casey Stoner yang memaksanya harus absen selama 3 seri.
Sebenarnya Stoner dan Ducati masih cukup kuat musim ini. 4 kemenangan dan 4 podium adalah buktinya. Tapi absennya Stoner di 3 seri akibat penyakit misterius adalah cerita utama Ducati musim 2009 ini. Partner baru Stoner di Ducati, Nicky Hayden hanya finish di P13 klasemen akhir pembalap.


P2 Melandri di Le Mans. Terimakasih untuk cuaca yang tidak menentu.

Problem tim Kawasaki dan prestasi di Le Mans.
Krisis ekonomi global turut memaksa Kawasaki untuk hengkang dari MotoGP meskipun akhirnya tetap diwakili oleh Hayate Racing Team bersama Marco Melandri. Tim ini berhasil meraih prestasi P2 di Le Mans (satu podium di satu musim adalah prestasi yang sering diraih tim Kawasaki). Cerita menarik adalah nasib John Hopkins yang harus rela ikut terdepak dari MotoGP meskipun baru setahun pindah ke Kawasaki. Ternyata hengkangnya Hopkins dari Suzuki ke Kawasaki adalah keputusan yang salah.


Super SIC

Gagalnya Marco Simoncelli mempertahankan gelar juara dunia karena inkonsistensi (sering crash).
Marco Simoncelli mencetak 6 kemenangan (terbanyak) tetapi gagal mempertahankan gelar juara dunia. 5x balapan tanpa poin adalah catatan yang cukup buruk. Tetapi setidaknya kursi MotoGP 2010 sudah berhasil didapatkan.


Aoyama memimpin barisan Honda berprestasi di musim 2009

Honda 250cc yang kembali melejit setelah sempat terpuruk selama 3 tahun.
Sejak era Dani Pedrosa, mesin Honda 250cc selalu kalah dari Aprilia dan Gilera (bahkan KTM). Tetapi semua itu berbalik musim 2009, musim terakhir kelas GP250. Hiroshi Aoyama adalah aktor utama kebangkitan Honda. Hanya dengan 4 kemenangan dan konsistensi (tidak pernah DNF/finish tanpa poin) cukup membawanya menjadi juara dunia.

Generasi emas 125cc
Marc Marquez, Scott Redding, Andrea Iannone, Pol Espargaro, Bradley Smith, Stefan Bradl, Esteve Rabat, Johann Zarco, Nicolas Terol adalah pemain utama GP125 musim 2009. Beberapa diantara mereka sudah berhasil menembus MotoGP. Yang tersisa cuma Julian Simon, sang juara dunia yang kini masih berkutat di Moto2.

Turun kelas yang berbuah manis bagi Julian Simon.
Hanya 1 musim Julian Simon kembali ke kelas 125cc dan itu berbuah manis. Terlepas dari kekalahan konyolnya di Catalunya, ia berhasil meraih gelar juara dunia 125cc dengan 7 kemenangan.

Superbike

The Elbows

Ben Spies super rookie! Mempersembahkan gelar pertama bagi Yamaha di World Superbike!
Keputusan Ben Spies (dan Tom Sykes juga) untuk bergabung dengan tim Yamaha World Superbike adalah sesuatu yang mengejutkan. Keduanya adalah pembalap utama Suzuki di AMA Superbike dan British Superbike. Ben Spies pun kerap menjadi wildcard rider untuk tim Rizla Suzuki MotoGP. Begitu pula Tom Sykes (future world champion) adalah rider Rizla Suzuki BSB yang sering mengambil wildcard World Superbike. Kalau yang ini mungkin pindah (dari Suzuki) yang membawa berkah, hehe.

Airwaves Yamaha, juara BSB 2009

World Domination Yamaha YZF-R1 generasi terbaru di balap Eropa, Asia, dan kemudian Amerika!
Yamaha YZF-R1 generasi terbaru muncul di musim balap 2009. Hasilnya sangat menakjubkan. Selain menjadi juara World Superbike bersama Ben Spies, mesin baru ini juga berhasil menjadi juara British Superbike (Leon Camier) dan MFJ Superbike (Katsuyuki Nakasuga). Di Amerika Serikat (AMA Superbike) mesin ini baru berhasil menjadi runner-up di musim 2009, tetapi selanjutnya sejak musim 2010 hingga sekarang sangat mendominasi bersama tim Graves Yamaha.

Formula 1

Jenson Button dan Brawn GP adalah headline utama Formula 1 musim 2009.
Hanya satu kata: FENOMENAL!

Prestasi Sebastian Vettel yang semakin menanjak adalah bukti nyata sukses Monza 2008 bukan sebuah kebetulan.

Sebastian Vettel meraih kemenangan fenomenal dan historis di Monza 2008. Pada musim itu memang tim Toro Rosso terlihat lebih kuat dibanding tim Red Bull. Salah satunya mungkin karena perbedaan mesin (Ferrari & Renault). Tetapi pindahnya Seb ke Red Bull musim 2009 adalah cerita yang berbeda. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan 2008 bukanlah sebuah kebetulan. Ia adalah paket ajaib yang mampu mendongkrak performa tim.

Motocross

JS7 in Action!

James Stewart bersama Yamaha 450 langsung menjuarai AMA Supercross 2009!
James Stewart adalah Valentino Rossi-nya motocross, terutama dalam hal 'transfer pembalap'. Ia meninggalkan tim Monster Energy Kawasaki yang telah memberinya total wins pada Outdoor National (AMA Pro Motocross 2008) untuk bergabung bersama Yamaha/Red Bull musim 2009. Hasilnya cukup manis! Gelar kejuaraan AMA Supercross 2009 langsung disabet Stewart bersama tim barunya itu. Sayangnya kemenangan di AMA Supercross tidak berlanjut di AMA Pro Motocross karena masalah cedera.

AC222 melengkapi sukses BS19 dan JS7 bersama Yamaha 2009

Antonio Cairoli super rookie!
Tony Cairoli baru naik kelas ke Motocross MX1 (MXGP) di musim 2009 bersama tim Red Bull Yamaha. Hebatnya ia bisa langsung menjuarai kelas ini! Wow! Predikat super rookie hampir sama seperti Ben Spies. Tetapi mungkin kesuksesan ini juga berkat faktor mesin Yamaha 450 yang bagus. Musim sebelumnya David Philippaerts juga berhasil menjuarai MX1 bersama tim Monster Energy Yamaha. Dan secara keseluruhan gelar juara dunia Tony Cairoli seperti pelengkap kesuksesan Yamaha di ajang balap 2009. Total wins!


MUSIM 2009 terasa sangat spesial juga karena dari seluruh kejuaraan yang saya bahas disini, hanya AMA Supercross yang tidak ditayangkan di layar kaca (TV gratis) Indonesia. Hal yang sangat berbeda dimana sekarang (2015) hanya MotoGP yang disiarkan langsung secara gratis di Indonesia. (rz)